Home / Artikel Terbaru / Penjelasan Umroh Saat Pandemi

Penjelasan Umroh Saat Pandemi

Berdasarkan evaluasi di atas, DPP AMPHURI merekomendasikan kepada PPIU Anggota untuk melaksanakan prosedur pelayanan minimal kepada jemaah Umrah yang akan berangkat dalam fase/tahap ketiga sebagai berikut:

1. Pra Keberangkatan:

a. Tidak menerima pendaftaran dan atau memberangkatkan calon jemaah yang memiliki komorbid (penyakit penyerta/bawaan).
b. Memberikan edukasi dan informasi yang lengkap kepada calon jemaah tentang peraturan dan protokol kesehatan covid-19 bagi jemaah umrah dengan segala resiko yang mungkin terjadi,
c. Jemaah agar menandatangani Surat Pernyataan tidak akan menuntut pihak Iain atas segala risiko yang timbul apabila terpapar Covid-19 dalam melaksanakan perjalanan umrah selama di tanah air, dalam perjalanan selama di Arab Saudi, hingga kembali di tanah air. Contoh Surat Pernyataan tercantum di lampiran Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 tanggal 27 Oktober 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah
Umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.
d. PPIU dan Jemaah Umrah agar menandatangani perjanjian yang di dalamnya menyatakan bahwa jemaah tidak akan menuntut PPIU dan pihak Iain jika program yang telah direncanakan mengalami perubahan atau pembatalan karena ada jemaah dalam satu grup yang terpapar Covid-19 dan atau karena keputusan sepihak otoritas Arab Saudi.
e. Mengikutsertakan jemaah umrah ke dalam program asuransi yang memiliki coverage (perlindungan) Covid-19. Hal ini untuk meminimalisir potensi kerugian jika jemaah gagal berangkat karena positif Covid-19.
f. Mengingatkan jemaah untuk membawa bekal makanan tambahan dan snack yang cukup dan suplemen vitamin untuk selama masa karantina pra keberangkatan dan selama di tanah suci. Hal ini untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah dan antisipasi jika ada keterlambatan pengiriman makanan ke kamar oleh pihak hotel.
g. Mewajibkan jemaah untuk tes PCR/Swab dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan di laboratorium kesehatan yang ditunjuk.
h. Mewajibkan jemaah untuk karantina penuh di hotel kota embarkasi minimal 2 (dua) hari sebelum keberangkatan.
Melaporkan keberangkatan jemaah kepada Kementerian Agama dan AMPHURI sesuai peraturan yang berlaku.

2. Selama Keberangkatan

a. PPIU berkewajiban mengingatkan jemaah untuk:

1) Selalu memakai masker dan menjaga jarak.

2) Selalu berdisiplin mematuhi peraturan dan protokol kesehatan.
3) Tidak melanggar aturan isolasi di kamar hotel: keluar dari kamar, berkunjung ke kamar lain, dan berkumpul-kumpul dengan jemaah lain.
4) Tetap tenang, tidak panik dan tidak stres jika dinyatakan positif Covid-19. 5) Selalu berdoa agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah.

b. PPIU berkewajiban memberitahukan kepada jemaah bahwa:

1) Bus hanya dapat diisi maksimal 500/0 dari kapasitas tempat duduknya.
2) Makanan di hotel tidak disajikan dalam buffet/prasmanan, tapi dalam mea/ box yang diantar ke kamar oleh petugas hotel.
3) Setelah menyelesaikan isolasi 3 (tiga) hari di kamar hotel dan tes PCR/Swab di tanah suci dinyatakan negatif, jemaah wajib melaksanakan urnrah secara bersama-sama dalam waktu maksimal 3 (tiga) jam sesuai jadwal yang ditetapkan dan didampingi oleh petugas pembimbing dari Muassasah.
4) Dalam melaksanakan sholat di Masjidil Haram, jemaah juga wajib berangkat bersama-sama dengan didampingi oleh petugas pembimbing dari Muassasah.

5) Jika di dalam satu grup ada jemaah yang hasil tes PCR/Swab nya positif, maka semua jemaah harus mengikuti ketentuan dan protokol yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi berupa karantina lanjutan dan atau hal lainnya.

c. PPIU berkewajiban memonitor keadaan jemaah selama di tanah suci, d, PPIU berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait jika ada keluhan dari jemaah.

3. Pasca Keberangkatan:
Pada waktu kepulangan jemaah di tanah air, PPIU berkewajiban untuk:

  1. Menjemput jemaah di bandara pada saat kepulangan.
  2. Mendampingi jemaah jika diharuskan untuk tes PCR/Swab dan karantina setiba di tanah air.
  3. Mengingatkan jemaah untuk melakukan karantina mandiri setiba di rumah.
  4. Melaporkan kepulangan jemaah kepada Kementerian Agama dan AMPHURI

Check Also

Travel Haji dan Umroh, PT. Bina Insani Tour Mendapatkan Akreditasi “B” oleh Kemenag RI

PT. Bina Insani Tour merupakan penyelenggara haji dan umroh dengan pelayanan berkualitas, totalitas dan integral …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *